Feeds:
Posts
Comments

Diambil dari salah satu milist yang saya ikuti, semoga bermanfaat…

Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman? Siapa bilang kreativitas hanya milik orang muda? Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif?

Menurut Carol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal?

Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreativitas Anda.

Continue Reading »

Cerita ini diambil dari salah satu milist yang saya ikuti, semoga bisa diambil hikmahnya.

Pada suatu perjalanan diandaikan kita dihadapkan pada suatu kondisi.

Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.

Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh. Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.

“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita. Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2

Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya. Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu mengembalikan handphone kita sambil berkata, “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.” Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.

“Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.

Orang yang menemukan handphone kita berkata, “Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

Skenario 4

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya kita tiba di rumah. Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS : “Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. “SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.

Kita sudah putus asa. Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.

Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut? Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?  Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

  1. Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
    • Kita berikan dia ucapan terima kasih.
  2. Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.
    • Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
  3. Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
    • Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
  4. Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
    • Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan:

  1. Di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
    • Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
    • Dia adalah orang pada skenario pertama.
    • Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.
  2. Manakah orang yang paling tidak baik?
    • Tentunya orang pada skenario keempat
    • Karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.
    • Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.

OK, kenapa bisa begitu?
Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap
skenario.

  1. Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
  2. Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
  3. Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
  4. Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu. Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?
Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa. Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih
ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh. Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

Dalam persaingan browser, firefox masih jadi favorit peselancar dunia maya walaupun beberapa browser juga sudah mencoba menawarkan kelebihan-kelebihan, seperti Opera dengan fitur Opera Turbonya namun firefox tetap menjadi favorit karena dinilai cepat dan banyak addons yang dapat diintegrasikan sehingga membuat brosing menjadi lebih mudah, lebih menyenangkan, dan lebih cepat.

Dari sekian banyak teknik mempercepat browsing salah satu yang efektif adalah menghilangkan konten-konten yang tidak diperlukan dan tidak berhubungan dengan aktivitas browsing kita. Iklan adalah konten yang (mungkin) tidak kita perlukan tapi seringkali memenuhi sebuah halaman web.

Pada bahasan kali ini akan kita coba gunakan addons Adblock Plus untuk melakukan blocking gambar/frame yang tidak diperlukan pada sebuah web. Agar lebih memudahkan tutorial, maka situs berita yang sangat banyak iklannya detik.com dijadikan contoh cara memblok memakai Adblock Plus.

Ada beberapa teknik blocking yang dapat dilakukan:

  1. Blok Web: Memblok semua objek yang berasal dari web tertentu. Pada metode ini semua objek baik frame, gambar, maupun flash akan otomatis hilang.
    Contoh:

    • Klik kanan gambar iklan, pilih Adblock Plus: Block image… misalkan gambarnya: http://openx.detik.com/images/i-ring_lyla_338×200.gif
    • Lalu pilih => http://openx.detik.com/*
    • Maka jika kita meload halaman yang mengandung konten yang berasal dari http://openx.detik.com/ maka akan otomatis gambar/ konten tersebut tidak akan muncul.
    • Metode ini dipakai jika kita benar-benar yakin bahwa http://openx.detik.com/ memang web sumber iklan.
  2. Blok Absolut Objek: Memblok URL lengkap dari suatu gambar. Pada teknik ini kita memakai alamat lengkap suatu gambar yang ingin di blok.
    Contoh:

    • Langkah 1 sama dengan no 1.
    • Kita memilih option pertama => http://openx.detik.com/images/i-ring_lyla_338×200.gif
  3. Blok file: Seringkali suatu iklan/gambar yang tidak perlu muncul di site utama dan sub site dari suatu web. Misal gambar Iklan.jpg selalu muncul di http://www.detik.com/, http://www.detikinet.com/, dst. Teknik ini sesuai untuk permasalahan iklan yang muncul berulang
    Contoh:

    • Langkah 1 sama dengan no 1.
    • Kita memilih option custom => */images/i-ring_lyla_338×200.gif
    • Hati-hati dengan teknik ini, perhatikan nama imagenya. Jangan memasukkan pola yang terlalu pendek misal => */i-ring_lyla_338×200.gif karena bila terlalu pendek, file ini juga tidak  muncul di web lain jika dipakai di web lain.

Jika objek yang diblok adalah flash, maka ketika kita menahan mouse diatas flash akan muncul tulisan block kecil di kanan atas flash, klik saja tulisan tersebut maka akan muncul popup seperti kita melakukan Klik kanan gambar iklan, pilih Adblock Plus: Block image…

Kadang jika kita melakukan klik kanan gambar muncul Adblock Plus: Block frame…  pilih itu ,kemudian lihat URLnya jika perlu diblok langsung saja blok karena akan menjadi lebih efektif.

Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat. Selamat berFirefox…

Arsitektur Java Enterprise

Aplikasi Enterprise umumnya memiliki arsitektur layer, dimana setiap layer memiliki tanggungjawab berbeda. Java Enterprise mempunyai 3 layer, yaitu:

  • Presentation layer : Melakukan penanganan tampilan dan interaksi dengan user,
  • Business layer : Melakukan eksekusi business logic,
  • Database layer : Berfungsi menangani storage.
Keuntungan layering:
  1. Menyederhanakan problem, agar tidak terlalu kompleks
  2. * Masing-masing layer memiliki tanggung jawab berbeda
    * Masing-masing layer dapat didevelop oleh developer yang berbeda

  3. Fleksibel
  4. *presentation dan business layer dapat ditangani dengan menggunakan produk software berbeda dan berada pada komputer yang berbeda

Teknologi yang digunakan:

  • Presentation layer : HTML, Javascript, JSP, JSF, Servlets
  • Business layer : EJB (Enterprise JavaBeans)
    * session beans, message-driven beans
    * persistence sublayer: entity, persistence provider
  • Database layer : Relational Database
    e.g.: mySQL, Oracle

Deployment: Thick vs Thin client

  • Thick : Aplikasi disisi client, didevelop  dengan Teknologi Swing/Java Desktop
  • Thin : Web-based application, interaksi client memakai browser

Interaksi antar komponen: Remote vs Local
Interaksi antar komponen/layer pada Aplikasi Java Enterprise dapat berupa:

  • Remote : jika berada pada proses/komputer berbeda
  • Local : jika berada pada proses/JVM yang sama

Web Server: Glassfish
Glassfish: Enterprise Java application server yang bersifat opensource

  • Dikembangkan oleh Sun
  • Java EE reference implementation

Tutorial tentang Glassfish akan saya coba hadirkan pada posting berikutnya

Application Packaging Format

  • Sebuah aplikasi Java Enterprise dikemas dalam format *.ear.
  • Ear terdiri atas 1 atau lebih modul, dan deskriptor aplikasi
  • Modul dapat berupa:
  • *Web module, EJB module, App. Client module, Resource Adapter module
    *Setiap modul memiliki deskriptor masing-masing

Struktur Ear

Root
|
+——–Resource Adapter Module
|
+——–App Client Module
|
+——–EJB Module
|
+——–Web Module
|
+——–META-INF——–application.xml, sun-application.xml

Deskriptor

  • Deskriptor : informasi tentang modul/aplikasi yang terdapat pada sebuah modul/aplikasi
  • Deskriptor ada 2 macam:
  • * Standar Java EE            : application.xml, ejb-jar.xml, web.xml
    * Spesifik implementasi : sun-application.xml, sun-ejb-jar.xml

  • File konfigurasi (format xml)
    *ear : application.xml (sun-application.xml) berisi deskripsi modul yang ada dalam sebuah aplikasi (tidak diperlukan)
    *ejb : ejb-jar.xml (sun-ejb-jar.xml)
    deskripsi enterprise beans & konfigurasinya (dapat menggunakan anotasi pada EJB 3)
    *web : web.xml (sun-web.xml)
    konfigurasi web app, context parameter servlet, servlet mapping, filter, filter mapping security constraint

Mengenal Java Enterprise

Kali ini saya bakal menulis serial pengetahuan dan tutorial tentang java dan tools yang terkait untuk pengembangan Aplikasi Java Enterprise. Karena pembahasan tentang ini cukup panjang maka akan saya bagi menjadi beberapa postingan. Pembahasannya akan mencakup tentang teknologi java yang dipakai sampai proses pembuatan aplikasi yang bisa dijalankan. Semoga nantinya ilmu yang saya share akan bermanfaat.
Salam

Setelah sekian lama menghilang dari aktivitas per-Blog-an, akhirnya sempet juga masukin tulisan, walaupun diambil dari milist tapi semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi yang membaca.

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Bob Sadino adalah pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks. Sosok entrepreneur sukses ini selalu berpenampilan nyentrik dan khas dengan celana pendek dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.
Continue Reading »

Menarik ketika membaca evaluasi dan statistik yang dikeluarkan oleh wordpress mengenai aktivitas blogging selama tahun 2008. Blogging sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan seorang netter.Silakan cermati statistik blogging wordpress tahun 2008 berikut: Continue Reading »

Ketika muncul lagu-lagu baru, para netter biasanya langsung mencari versi mp3 di internet. Tapi sayangnya kalo mencari lewat google kadang hasilnya tidak akurat, malah dapet situs-situs yang kelihatannya menyediakan link tapi ketika ditelusuri hanya berujung pada lyric saja, atau malah situs yang isinya cuma iklan. Aku akan coba mereview beberapa situs yang bagus dijadikan sumber kalau ingin mencari mp3 baik lagu indo maupun luar. Continue Reading »

Untuk yang masih baru belajar java, terutama pembuatan GUI lewat Netbeans, terkadang kesulitan mensetting window GUI yang dibuat menjadi Full Screen. Mungkin tips singkat dibawah ini bisa membantu.

Buka file yang merupakan MainClass dari project kamu. Cari method public void run().  Pasti isinya cuma satu baris, seperti ini

new panel().setVisible(true);

Ganti satu baris itu menjadi kode seperti ini :

JFrame jf=new panel();
jf.setVisible(true); 

Dimension dim ;
dim = Toolkit.getDefaultToolkit().getScreenSize() ;

jf.setBounds(0,0,dim.width,dim.height);

Kata panel harus disesuaikan dengan project kamu. Ikutilah sintaks sebelumya yaitu
new panel().setVisible(true);

Berawal dari keisengan aku mencari blog aku sendiri lewat google dengan keyword “technorati dancpm” ternyata ku temukan ada yang yang aneh dari hasil yang ditampilkan google. Sebenarnya yang kuharapkan adalah link blog aku dah ada di mana aja, tapi malah ku temukan link blog yang memakai content postingan aku sebagai konten punya dia.  Sebenarnya konten punya aq dipake di blog manapun tidak masalah, masalahnya adalah si empunya tidak mencantumkan source asli tulisannya, hanya mencantumkan bahwa itu diambil dari punya orang.

Pengalaman pribadi diatas cuma segelintir cermin budaya bangsa kita yang tidak bisa dibanggakan. Sebenarnya secara umum, semua sumber pengetahuan bisa dikutip, tapi masalahnya ngutipnya bener gak?. Jika pengutipan yang ga bener dilakukan pada tulisan selevel TA, Tesis, dll maka akan panjang urusannya jika pemilik data/sumber yang kita cuplik menuntut. Bahkan dalam panduan penulisan buku TA departemen informatika IT Telkom menyebutkan bahwa setiap kalimat dalam buku TA adalah hasil pemikiran sendiri kecuali cuplikan yang ditulis dengan cara yang benar. Untuk menghindari kesalahpahaman dan mencoba untuk mulai menghargai pemikiran orang ada beberapa tata cara dan etika dalam mencuplik sumber: Continue Reading »

Older Posts »