Berawal dari keisengan aku mencari blog aku sendiri lewat google dengan keyword “technorati dancpm” ternyata ku temukan ada yang yang aneh dari hasil yang ditampilkan google. Sebenarnya yang kuharapkan adalah link blog aku dah ada di mana aja, tapi malah ku temukan link blog yang memakai content postingan aku sebagai konten punya dia. Sebenarnya konten punya aq dipake di blog manapun tidak masalah, masalahnya adalah si empunya tidak mencantumkan source asli tulisannya, hanya mencantumkan bahwa itu diambil dari punya orang.
Pengalaman pribadi diatas cuma segelintir cermin budaya bangsa kita yang tidak bisa dibanggakan. Sebenarnya secara umum, semua sumber pengetahuan bisa dikutip, tapi masalahnya ngutipnya bener gak?. Jika pengutipan yang ga bener dilakukan pada tulisan selevel TA, Tesis, dll maka akan panjang urusannya jika pemilik data/sumber yang kita cuplik menuntut. Bahkan dalam panduan penulisan buku TA departemen informatika IT Telkom menyebutkan bahwa setiap kalimat dalam buku TA adalah hasil pemikiran sendiri kecuali cuplikan yang ditulis dengan cara yang benar. Untuk menghindari kesalahpahaman dan mencoba untuk mulai menghargai pemikiran orang ada beberapa tata cara dan etika dalam mencuplik sumber:
- Cantumkan bahwa itu merupakan cuplikan dari sumber lain
- Cantumkan sumber yang jelas, misal link
- Perhatikan Copyright dari sumber tersebut. Kebanyakan konten diinternet boleh dipakai untuk keperluan non-komersial dengan syarat 2 poin diatas tetap dipenuhi. Untuk keperluan komersial, biasanya orang yang memiliki hak atas konten memberlakukan syarat yang lebih.
Dalam kehidupan akademik, plagiat menjelma menjadi sebuah kebutuhan ditengah beban kuliah yang padat, tugas yang menggunung, deadline yang singkat, target yang harus dipenuhi, dan seonggok permasalahan yang lain dihadapi mahasiswa. Terkadang jika waktu sudah sangat mepet dengan deadline dan jika diperkirakan mengerjakan sendiri tidak mencukupi, meniru punya orang merupakan solusi terakhir dan utama bagi mahasiswa. Plagiat menjadi sebuah dilema yang sudah mengakar dalam budaya bangsa ini yang sulit untuk kita hilangkan, tapi bisa untuk kita kurangi dan sesuaikan dengan kaidah dan etika yang ada.
Mungkin plagiat yang masih kental dengan ingatan kita adalah ketika kita masih SD, SMP, SMA maupun sampai kuliah ada PR trus belum ngerjain atau belum selesai, langkah instannya adalah pinjem temen. Hal seperti itu mungkin masih punya dampak positif jika setelah nyalin PR mencoba memahami apa yang dikerjakan temennya dan mendiskusikan apa yang belum dipahami. Masalahnya kalo sudah pinjem PR, bawaannya cuma disalin aja tanpa mencoba memahami dan mendiskusikan hal-hal yang belum paham.
Singkat kata, plagiat merupakan bagian dari kehidupan kita yang tidak bisa kita hilangkan, tapi bisa kita kurangi demi menghargai jerih payah orng lain. Originalitas adalah hal yang selalu dituntut dalam iklim kehidupan saat ini yang penuh kompetisi dan inovasi.
Kesimpulannya adalah Hargai karya dan hasil pemikiran orang lain sebelum orang lain menghargai karya dan pemikiranmu.







insyaAllah gw ga akan pernah plagiat (lagi)
sama kayak eki, insyaAllah gw ga akan plagiat lagi..
kecuali tugas besar..hehe
yakinlah kalau kita kreatif dan original, orang mau mencontek seperti apapun… kita ga akan pernah ‘habis’.
[...] sumber lain jangan lupa cantumkan sumbernya. Sudah dibahas juga sih dipostingan kemarin tentang Plagiat : Antara Budaya, Kebiasaaan, dan Etika intinya tidak ada kualitas tanpa [...]
rencana ga akan plagiat lagi..
yang bagus meniru …
yang hebat mencuri …
aku lupa yang bilang itu sapa, bill gates ato steve jobs … ato mungkin temen2nya …
Great!
artikel sangat berguna dan bermanfaat!
Semoga dapat membantu para JagoanInternet di Indonesia!
Sukses!
Hermawan Petra
http://www.jagoaninternet.com
yang pasti seseorang akan dihargai kalo dia bisa mempertanggungjawabkan semua yang keluar dari perilakunya..